"Ekstrakulikuler olahraga pencak silat Berprestasi dan Berbudi Luhur, dengan bersama membentuk pelajar Pancasila menuju pelajar yang Berbudi."
Tidak ada pesilat yang kuat tanpa melewati latihan yang berat. Perisai Diri, melindungi tanpa menyakiti. Perisai Diri, Jaya Jawara Juara!
Menumbuhkan generasi muda yang tangguh, disiplin, dan berbudi pekerti luhur melalui penguasaan seni bela diri Perisai Diri, serta memperkokoh rasa cinta tanah air dan nilai-nilai kebersamaan.
Mengajarkan teknik-teknik bela diri Perisai Diri secara komprehensif untuk meningkatkan keterampilan fisik dan mental siswa.
Membentuk karakter disiplin, tanggung jawab, dan percaya diri melalui latihan yang terstruktur dan berkelanjutan.
Mendorong sikap saling menghormati dan menjunjung tinggi nilai-nilai persahabatan di antara anggota.
Menumbuhkan rasa kebanggaan terhadap budaya nasional dan menjadikan bela diri sebagai sarana membangun kekuatan fisik dan mental.
Mengadakan latihan rutin, uji kemampuan, dan kegiatan bersama untuk meningkatkan kemampuan teknik dan penguasaan diri anggota.
Perisai Diri merupakan salah satu organisasi olahraga beladiri yang menjadi anggota IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia), induk organisasi resmi pencak silat di Indonesia di bawah KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia).
Perisai Diri didirikan secara resmi pada tanggal 2 Juli 1955 di Surabaya, Jawa Timur. Pertama kali didirikan di sekolah pada tahun 1990.
Perisai Diri menjadi salah satu dari 10 perguruan silat yang mendapat predikat Perguruan Historis karena mempunyai peran besar dalam berkembangnya IPSI.
Pendirinya adalah RM Soebandiman Dirdjoatmodjo, putra bangsawan Keraton Paku Alam.
Seperti jogging atau jumping jack untuk meningkatkan detak jantung dan aliran darah.
Latihan fisik bertujuan untuk meningkatkan kekuatan, kecepatan, kelincahan, dan daya tahan yang dibutuhkan dalam pertarungan.
Mempelajari rangkaian gerakan dasar yang menjadi fondasi dari teknik-teknik lanjutan.
Latihan teknik berfokus pada penguasaan gerakan dasar dan kombinasi serangan serta pertahanan.